tips lulus ujian skripsi
Ujian skripsi itu jadi tahap paling akhir buat mahasiswa yang mau lulus kuliah. Bisa dibilang tahap penentuan gitu, kamu bisa ikut wisuda atau kalau gagal kamu mesti bikin ulang lagi skripsi kamu. Setelah ujian skripsimu selesai biasanya ada revisi yang harus kamu kerjakan. Bersyukur pake banget kalau yang skripsinya sempurna alias gak ada revisi sedikitpun. Nah tinggal liat papan pengumuan deh kamu dapat nilai apa, dinyatakan lulus atau tidaknya. hari ini mau kasih tips buat para Mahasiswa tentang bagaimana cara menghadapi ujian skripsi. Banyak yg nyebut dengan istilah pembantaian hohoho. Eits, ujian skripsi itu bukan ajang pembantaian, tapi untuk mengukur kelayakan kamu untuk menjadi seorang sarjana.  Simak aja yuk tipsnya ^^
  1. Berdo’a
    Berdoa tidak hanya kamu lakukan menjelang ujian akan berlangsung. Namun banyak2 lah kamu lakukan jauh hari sebelumnya. Berdoalah semoga diberi kelancaran dan hasil yang terbaik. Allah itu tidak tidur, Dia pasti mendengar hamba2Nya yang menyebut namaNya. Dengan berdoa hati kita menjadi tenang dan tentram, dengan begitu kita tidak gugup saat menhadapi bombardir peluru pertanyaan dari penguji.
  2. Doa Restu Orang Terdekat
    Yang paling utama mintalah do’a restunya orang tuamu. setelah itu minta do’a restu orang2 terdekat, seperti saudara, kerabat, teman, sahabat, dll. Do’a dan dukungan mereka akan menjadikan kumpulan spirit yang besar untuk dirimu. Membuahkan ketenangan hati dan ketentraman jiwa.
  3. Kuasai Materi dan Konsep Skripsi
    Kuasai materi yang terhimpun dalam skripsi, serta kamu harus tau bagaimana konsep utama skripsimu. Jika skripsi itu kamu kerjakan sendiri, biasanya seiring dengan kamu mengerjakan kamu sudah mengerti diluar kepala seluk beluk skripsimu. Skripsi yang dikerjakan sendiri dengan yang hanya membayar orang untuk membuatkan begitu terlihat bedanya saat skripsi itu diujikan. Jangan menyepelekan pertanyaan2 atau konsep dasar. Justru itu yang sering dijadikan jebakan oleh penguji.
  4. Istirahat Yang Cukup
    Cukuplah istirahat dimalam harinya. Ingat bahwa keesokan harinya kamu butuh energi yang besar untuk penentuan masa depanmu. Oke ^^
  5. Persiapkan Slide Presentasi
    Buat slide presentasi dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Hindari kalimat yang bertele2. Bahasa yang bertele2 dan bermakna ambigu hanya akan menjadi bahan pancingan pengujimu untuk memojokkan kamu dengan bombardir peluru pertanyaan. Buat slide presentasi yang tidak melebihi waktu yang disediakan.
  6. Kenali Dosen
    Beruntung Jika Kita mendapat Dosen yang pernah mengajar dikelas kita. Nah untuk mengantisipasi dapat dosen yang belum kita kenal seluk beluknya, kenali dulu bagaimana beliau. Hal ini bisa kalian tanyakan kepada senior atau teman2 kalian yang sudah terlebih dahulu mengalami sidang skripsi.
  7. Penampilan
    Penampilan memang bukan segalana, tapi penampilan ikut serta dalam faktor penentu keberhasilan sidang skripsi kamu. Jangan lupa untuk menyetrika pakaian yang akan digunakan. Perhatikan gaya rambutmu. Tampilkan dirimu yang terbaik saat sidang skripsi. Saat kuliah mungkin penampilan kalian bisa dibilang awut2an. Tapi saat ujian skripsi, lupakan sejenak stylemu yang seperti itu yah hohoho ^^
  8. Kontrol Volume Suara
    Pastikan suaramu terdengar jelas oleh penguji. Kamu bisa melatihnya saat kamu berada didepan cermin. Seolah2 kamu sedang mempresentasikan skripsimu dihadapan penguji. Sampaikan isi skripsimu dengan bahasa EYD. Hindari bahasa gaul yang biasa kamu gunakan saat bersama teman2mu.
Hm… Oke, setelah persiapanmu matang. Semoga kamu bisa memenangkan pertempuranmu dimedan perang. Dan lakukan yang terbaik di medan perangmu, untuk meraih cita-citamu menjadi seorang sarjana. Semoga bermanfaat ^^

Sumber: http://donsimply.com/tips-menghadapi-ujian-skripsi/
penyebab skripsi tak selesaiSemua mahasiswa pasti ingin lulus as soon as possible, dengan Indeks Prestasi yang mentereng. Sayangnya, mewujudkan cita-cita luhur itu tidak semudah mengucapkannya. Mereka (Para Mahasiswa Sulit Lulus) terhalang sebuah tembok besar. Sebuah tembok besar di ujung proses perkuliahan. Sebuah tembok besar yang sulit dilalui....
Tembok besar itu bernama Skripsi. Mengapa menyusun skripsi yang gak sampai 100 halaman bisa memakan waktu yang begitu lama? Padahal Bandung Bandawasa saja bisa membangun 999 candi dalam semalam. Hey, tunggu..Bandawasa bisa melakukannya karena dibantu makhluk halus. Sayangnya, kampus melarang Mahasiswa minta tolong pada makhluk halus untuk menyusun skripsi. Itulah mengapa membuat skripsi jauh lebih lama dan sulit daripada membangun Candi Prambanan. Atas desakan dari Para Mahasiswa Sulit Lulus, akhirnya kami melakukan riset untuk mencari tahu penyebab mengapa fenomena ini bisa terjadi.
Mungkin kamu termasuk di dalamnya. Frustasi tak jua melepas status sebagai mahasiswa karena terbentur skripsi. Well, fella, jangan panik, berikut ini kami jabarkan hasil riset kami…

1. Merasa Sudah Lulus


Ini adalah sindrom akut yang biasa terjadi pada para WTS (Wisuda Tuna Skripsi). Ya, ketika kamu mulai membuat skripsi, itu artinya mungkin kamu sudah menyelesaikan hampir atau malah semua mata kuliah dengan nilai yang cukup.
“Owyeaahh..selangkah lagi menuju wisuda. Semua kerja keras gue selama ini terbayar..!! Sebentar lagi tidak ada kuliah pagi!! Tidak ada quiz!! Tidak ada dosen killer!! Yayaiyyyy…!!!”
Oww…wait.. Celakanya, dalam situasi ini, beberapa orang merasa benar-benar sudah lulus.
lu sekarang jarang ke kampus. Trus setahu gue kerjaan lu tiap hari main zynga poker sampai pagi, trus tidur seharian. Emang lu gak kuliah..?!” Rez, Pemuda Harapan Bangsa.
Santai… gue udah lulus kok. Tinggal skripsi aja..” Dimas, Mahasiswa sebuah PTN.

Please..sampai toga itu melekat di kepalamu, you’re nothing but still Mahasiswa. Dan toga itu tidak akan melekat di kepalamu sampai kamu menyelesaikan skripsimu. Jadi, berhentilah berpikir kamu sudah lulus dan santai-santai main zynga poker atau farm ville. Mulailah kerjakan skripsimu itu dengan sepenuh hati.

2. Terlalu banyak berpikir


Berpikir itu baik, sobat. Teori relativitas juga tidak muncul begitu saja tanpa pemikiran yang dalam. Tapi kalau kamu kebanyakan mikir tapi gak kunjung bergerak ya percuma. Kami gak asal ngomong, menurut penelitian dari tim University College London (UCL), terlalu banyak mikir itu gak baik.
Kebanyakan WTS Pemula (baru mau mulai menyusun skripsi) terkungkung dengan mindset bahwa “menyusun skripsi itu sulit”. Mereka jadi malas untuk memulai karena otaknya sudah penuh dengan ketakutan berlebihan akan skripsi. Skripsi menjadi semacam phobia.
Kalo otakmu sudah penuh dengan Miyabi atau Justin Bieber ya jangan dibebani lagi
Menurut paparan disini, pikiran negatif yang terus menerus diulang, bisa menjadi pemicu depresi. Padahal, hal-hal negatif yang ditakutkan itu baru ada di pikiran, belum menjadi kenyataan. Yes..You’ve created a problem that wasn’t even there in the first place. Well, skripsimu gak akan pernah selesai kalau begini terus. Jangan terus terbebani dengan pikiran-pikiran negatif. Depresi karena gagal menyusun skripsi, terdengar sangat payah.
Kamu harus mulai bergerak. Sekarang juga. Buang semua pikiran negatif. Buang semua anggapan bahwa menulis skripsi itu sulit. Tanamkan di pikiranmu, menulis skripsi itu mudah..!! Semudah Chuck Norris me-roundhouse kick Bisma Smash.

Percayalah, Segala sesuatunya hanya sulit di awalnya saja, setelah itu, mengalir seperti banjir. Deras. Jangan takut melangkah, toh nanti kamu akan dibantu oleh Dosen Pembimbing yang siap untuk memberikan saran dan revisi. Dan sebagai nilai tambahnya, bimbingan skripsi itu gratis.
Jadi, Ketika kamu sudah sadar bahwa kamu belum lulus dan berniat untuk mulai mengerjakan skripsi, jangan kebanyakan mikir, just do it. Buka komputermu, dan mulailah mengetik.

3. Terlalu banyak membuang waktu


Menyusun skripsi itu sama saja dengan menjalani LDR (Long Distance Relationship). Niat saja tidak cukup kalau mau terus bertahan. Kamu harus punya komitmen. Komitmen kuat untuk benar-benar menjalaninya agar berujung pada akhir yang bahagia.
Kalau tidak.. yahh, sama seperti LDR, niatmu hanya akan tetap menjadi niat. Kandas di tengah jalan. Melanjutkan proses menyusun skripsi akan selalu ada di to-do-list mu setiap hari, tapi tetap saja tanpa progress yang berarti dari waktu ke waktu.
Gak percaya..?!

Hai yang masih mahasiswa..!! Kami cukup yakin bahwa niat awal kamu menyalakan komputer/laptop tadi adalah untuk melanjutkan menulis skripsi yang masih sampai kata pengantar itu. Tapi ironisnya, kamu berakhir dengan membuka browser, mengakses The Poskamling, dan membaca artikel konyol ini. Yang lebih menyedihkan, begitu menyadari kesalahan, kamu tetap melanjutkan membaca dan terus tertawa.
Apalagi kalau kamu kamu tiba-tiba berubah pikiran dan memutuskan untuk main farm ville atau Pro Evolution Soccer segera setelah selesai membaca artikel ini. Wew..you’re on a big trouble, pals.. Lakukanlah terus, dijamin skripsimu tidak akan selesai sampai teman seangkatanmu jadi rektor.
Beda Tipis..
Oke, kami sadar bahwa The Poskamling atau Pro Evolution Soccer memang terlalu keren untuk dilewatkan. Tapi, please, atur waktumu. Percayalah, The Poskamling dan PES masih keren saat kamu selesai mengetik satu bab, 3 jam yang akan datang. Seimbangkan waktu antara berkutat menyusun skripsi dan cari hiburan untuk menghilangkan penat.
Waktu sangat berharga, terutama untuk para PSK (Penulis Skripsi Kelamaan). Lawan rasa malasmu, stop waste your time, dan mulailah menulis. Sekarang..!! Ya.. Sekarang..!!

4. Dosen Pembimbing yang menyebalkan


Well, bro and sist.. Kami masih tidak percaya kamu masih melanjutkan mambaca artikel konyol ini, padahal kami sudah menegaskan untuk menutup browser dan mulai melanjutkan menulis skripsi. Tapi, ya sudahlah.. kita lanjutkan saja pembahasan kita ke poin selanjutnya..
Sejatinya, kami tidak suka ngomongin orang lain. Apalagi orang terhormat dan budiman seperti dosen. Tapi ada kalanya, kita udah niat bikin skripsi sampai berdarah-darah, tapi dosen pembimbing-nya menyebalkan.
Sudah janjian besok mau ketemu di kampus untuk jadwal bimbingan. Kita udah lembur gak tidur semalaman menulis 3 bab, dan jreng..jreng..jreng.. keesokan harinya, ketika kita sudah sampai kampus dengan mata merah, badan pegel dan kepala pusing, ada SMS masuk :
“Maaf. Saya ada urusan mendadak, jadi harus ke luar kota. Istri saya ngajak jalan-jalan ke Bali. Jadwal bimbingannya kita atur lagi untuk minggu depan yaa.. Eh, atau bulan depan aja deh. Minggu depan anak saya ngajak jalan-jalan ke Singapore. Atau kalau kamu punya duit, kita ketemunya di Singapore aja gimana?? Eh..tapi emang kamu punya duit buat ke Singapore? Gak punya kan..?! Yauda deh..bimbingannya bulan depan aja ya…”

Terserah kamu menyebutnya apa. Menyebalkan bukan? Jadi gimana skripsi mau selesai, kalau jadwal bimbingan aja tertunda terus. Dan yang lebih menyebalkan lagi, ketika akhirnya jadwal bimbingan terealisasi, 3 bab yang udah kita buat sampai berdarah-darah dicerca habis-habisan.
“Mbak, kamu ini nulis apa..??! Anak saya yang masih TK bisa nulis lebih bagus dari kamu. Saya udah periksa semua tulisan kamu, isinya kayaknya copy-paste dari Google semua ya..?! Hayoooo….ngaku aja dehhh… Dasar pemalas kamu…!!! Cuma 3 halaman aja yang menurut saya bagus. Lainnya buang aja. Bikin lagi..!!”
Hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dalam situasi seperti ini, berdoalah kepada Yang Maha Kuasa agar dosen pembimbingmu diberi Hidayah. Amin.

5. Kurang Motivasi


Menulis skripsi itu berat. Beragam godaan dan cobaan datang silih berganti. Mulai dari malas, ajakan teman, pacar, siaran langsung Liga Champion, zynga poker, Pro Evolution Soccer, laptop ngadat, printer macet, mati listrik, sampai Dosen pembimbing yang menyebalkan. Meskipun berat, kalau kamu punya motivasi besar untuk segera lulus, dijamin kamu akan semangat untuk menyelesaikan skripsi sesegera mungkin. Jadi, tetapkan tujuan/target yang ingin kamu capai setelah lulus nanti, agar motivasi kamu dalam menyusun skripsi terlecut.
Misalnya, setelah lulus, kamu ingin mulai membangun usaha, jadi pengusaha muda sukses kaya raya, membuka ribuan lapangan pekerjaan baru, memperoleh penghargaan dari Pemerintah, mengakusisi perusahaan-perusahaan Bakrie, kemudian menikahi Sandra Dewi (atau KK Dheeraj buat yang cewek), nyalon jadi anggota DPR, dan hidup bahagia sampai akhir hayat. Dijamin, kalau kamu punya tujuan/target jangka menengah/panjang seperti ini, kamu akan lebih termotivasi untuk segera menyelesaikan skripsi. Gak harus Sandra Dewi atau KK Dheeraj kok. Terserah kamu siapa yang akan kamu nikahi nanti. Jessica Iskandar atau Olga Syahputra juga boleh. Yang penting, selesaikan dulu skripsimu.
===+==+===
Ya..kira-kira itulah hasil analisis kami mengenai penyebab mengapa skripsimu tak kunjung selesai. Jadi saran kami sih, setelah selesai baca artikel konyol ini, renungkanlah poin mana yang menjadi penghambat buat kamu, dan ikutilah saran dari kami untuk mengatasinya.
Segera lakukan..!! Langsung setelah ini..!! Jangan menunda-nunda lagi..!! Percayalah, Sandra Dewi dan KK Dheraj gak mau nikah sama orang yang bahkan gak bisa menyelesaikan skripsinya.

Sumber: http://theposkamling.com/5-penyebab-skripsimu-tak-kunjung-selesai/
jurusan kuliah yang sulit mendapat pekerjaan
Ini adalah hasil survey dari lembaga di luar negeri, kemungkinan juga akan sama di negeri kita tercinta ini.
Berikut 10 jurusan kuliah yang sulit mendapatkan pekerjaan tersebut:

10. Bahasa dan Sastra
Jurusan ini tak banyak dicari perusahaan, kebanayakan lulusannya adalah menjadi sastrawan, penulis, kritikus, ataupun menjadi guru. Persentase pengangguran dari jurusan ini mencapai 9,2%.

9. Sejarah
Lulusan dari jurusan sejarah kurang diminati dan cenderung sulit mendapatkan pekerjaan. Hampir sama dengan jurusan antropologi, angka pengangguran di dunia dari lulusan jurusan ini pun masih tinggi. Persentase penganggurannya-mencapai 10,2%.

8. Seni Komersial dan Desain Grafis
Jurusan ini tak banyak diminati oleh perusahaan-peru-sahaan untuk merekrut tenaga kerja. Sama dengan kebanayakan jurusan seni lainnya, kebanayak lulusan dari jurusan ini adalah membvuat pekerjaan sendiri atau berwiraswasta. Persentase pengangguran di dunia lulusan dari jurusan ini ialah 11,8%

7.Kebugaran Fisik dan Taman Bermain
Boleh jadi jurusan ini terdengar asing dam rancu di telinga masyarakat Indonesia, namun jurusan ini hadir di beberapa universitas terkemuka di dunia walaupun tidak begitu bisa menjamin untuk mendapatkan pekerjaan. Persentase pengangguran dari jurusan ini ialah 8,3%.

6. Musik
Orang yang memilih jurusan ini dalam perkuliahannya kebanyakan tidak memikirkan pekerjaan apa yang akan didapat di masa mendatang. Kebanyakan dari mereka memilih jurusan ini ialah untuk menyalurkan hobi ataupun bakatnya.
Bagi mereka yang berhasil, lulusan dari jurusan ini bisa menjadi musisi, penyanyi, artis, pengamat musik atau pekerjaan sejenis yang berhubungan dengan musik. Persentase pengangguran dari jurusan ini ialah 9,2%.

5. Pengetahuan Budaya
Jurusan ini hampir ada kaitannya dengan ilmu sejarah atau antropologi. Mempelajari budaya di dunia atau lebih merinci ke negara-negara atau wilayah di suatu daerah. Tak banyak lulusan ini yang bekerja di suatu perusahaan besar dan mendapat pendapatan yang baik. Persentase pengangguran dari jurusan ini ialah 9,2%.

4. Filosofi dan Ilmu Agama
Jurusan ini menjadi peringkat ke empat karena tidak banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja lulusan dari jurusan ini. Persentase pengangguran dari lulusan ini ialah 10,8%.

3. Seni Rupa
Mahasiswa lulusan seni rupa kebanyakan menjadi pekerja seni atau biasa disebut perupa. Biasanya mereka membuat pekerjaan sendiri sebagai pelukis, pematung, pemahat ataupun semacamnya. Dan hasil dari karya-karya mereka itulah yang mereka jual dan dijadikan sumber pendapatannya. Persentase pengangguran dari lulusan jurusan seni rupa adalah 12,6%.

2. Film Video dan Seni Fotografi
Jurusan ini masuk peringkat kedua dari 10 jurusan terburuk yang dirilis Forbes. Kebanyakan lulusan dari jurusan ini bekerja sebagai wirausahawan, atau freelancer yang menerima pesanan pembuatan film, video ataupun foto. Mahasiswa lulusan inipun bisa bekerja di sebuah production house alias rumah produksi pembuatan film. Persentase penggagguran dari jurusan ini adalah 12,9%.

1. Antropologi dan Arkeolgi
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.
Sedangkan Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu, hampir mirip dengan jurusan sejarah. Presentase pengangguran dari lulusan jurusan ini adalah 10,5%.

Sumber: http://pulsk.com/251466/10-JURUSAN-KULIAH-YANG-SULIT-MENDAPATKAN-PEKERJAAN.html
Masalah Pendidikan : Buruknya Kualitas Pendidikan di Indonesia
A. Kualitas Pendidikan di Indonesia
Seperti yang telah kita ketahui, kualitas pendidikan di Indonesia semakin hari semakin memburuk. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Banyak guru-guru saat ini yang kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru yang memiliki pengalaman yang dalam mengenai mengajar dan pelajaran yang mereka ajarkan. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun.
Sarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia, terutama bagi penduduk di daerah terbelakang. Terbatasnya sarana pembelajaran dan sulitnya akses menuju daerah terbelakang tersebut membuat mereka tidak mendapatkan pendidikan secara maksimal.

B. Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia
Pada uraian diatas telah disebutkan bahwa saat ini buruknya kualitas pendidikan di Indonesia menjadi suatu masalah yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan indonesia. Buruknya kualitas tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu :
1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
Data Balitbang Depdiknas (2003) menyebutkan untuk satuan SD terdapat 146.052 lembaga yang menampung 25.918.898 siswa serta memiliki 865.258 ruang kelas. Dari seluruh ruang kelas tersebut sebanyak 364.440 atau 42,12% berkondisi baik, 299.581 atau 34,62% mengalami kerusakan ringan dan sebanyak 201.237 atau 23,26% mengalami kerusakan berat. Kalau kondisi MI diperhitungkan angka kerusakannya lebih tinggi karena kondisi MI lebih buruk daripada SD pada umumnya. Keadaan ini juga terjadi di SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK meskipun dengan persentase yang tidak sama.

2. Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai satuan pendidikan sbb: untuk SD yang layak mengajar hanya 21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA 65,29% (negeri) dan 64,73% (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49% (negeri) dan 58,26% (swasta).
Sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.
3. Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan rendahnya sarana fisik dan kualitas guru pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Dalam skala internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA (Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada peringkat terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong), 74,0 (Singapura), 65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).
Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.
4. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
5. Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
6. Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000,00 sampai Rp 1.000.000,00. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.
7. Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).
Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.
Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.
Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.

D. Solusi dari Permasalahan-permasalahan Pendidikan di Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu:
Pertama, solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Maka, solusi untuk masalah-masalah yang ada, khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan, seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan, berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.
Kedua, solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

Sumber: http://blog.umy.ac.id/arumcreat/2012/10/11/masalah-pendidikan-buruknya-kualitas-pendidikan-di-indonesia/
Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik Dunia
Saat ini sepertinya SAMSUNG dan Blacberry sedang Berjaya di dunia HP Indonesia, tetapi beberapa tahun lalu yang paling populer tidak lain dan tidak bukan adalah NOKIA. Finlandia adalah negara produsen NOKIA dengan kantor Pusat di Kota Espoo. Tetapi ternyata Finlandia bukan hanya terkenal karena "NOKIA" saja, tetapi berbagai survey menyatakan kalau Finlandia adalah Negara yang memiliki Sistem Pendidikan Terbaik sedunia.

Hampir Semua adalah Sekolah Negeri

Sekolah Independen sangat sedikit di Finlandia, dan semuanya merupakan biaya pemerintah. Tidak diperbolehkan sekolah membebankan biaya sekolah. Di tingkat Universitaspun demikian.

Tidak Ada Ujian Standar

Finlandia tidak menganut sistem ujian nasional pada tiap jenjang pendidikan. Yang ada hanyalah Ujian Matrikulasi Nasional yang diambil pada jenjang sekolah menengah atas yang bersifat "sukarela". Wajib belajar di Finlandia sendiri adalah antara usia 7 - 16 tahun. SD 6 tahun, SMP 3 tahun. Setelah lulus SMP, siswa memiliki pilihan: 1. boleh langsung masuk dunia kerja atau 2. masuk sekolah persiapan profesi atau gimnasium (sekolah menengah atas). Sekolah menengah atas ini setara dengan jenjang SMA di Indonesia. Lulusan sekolah menengah atas ini nantinya bisa lanjut lagi ke politeknik ataupun universitas.

Kompensi berkualitas dan Tanggung Jawab Guru sangat Besar

Guru-guru di Finlandia mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat menilai siswa satu kelas. menggunakan tes independen yang diciptakan sendiri. Semua anak mendapatkan kartu raport tiap akhir semester, akantetapi rapor ini berdasarkan penilaian individu oleh tiap guru. Secara berkala, Menteri Pendidikan memantau kemajuan nasional dengan menguji beberapa sampel kelompok dari sekolah yang berbeda. Sistem ini memungkinkan dihasilkannya penilaian yang sangat spesifik ke kemampuan tiap individu siswa. Bukan sistem penilaian umum yang mungkin kurang dapat menjangkau kemampuan spesifik tiap siswanya. Guru dapat berkreasi untuk memberikan perhatian khusus ke tiap siswa. Guru jadinya punya tanggung jawab dan peran yang lebih besar. Guru dan staf administrasi sekolah di Finlandia mempunyai martabat dan gengsi yang tinggi, dan gaji yang layak. Gelar Master (S2) diperlukan untuk menjadi guru.

Guru tidak mengajar dengan menggunakan metode ceramah. Suasana sekolah santai dan fleksibel. Siswa yang lambat mendapat dukungan secara intensif baik oleh guru maupun siswa lain. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaannya antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk. Ujian ulang atau Remedial tidak dianggap sebagai tanda sebuah kegagalan tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dll. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Sistem ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Kurikulum Fleksibel

Konsep pendidikan Finlandia tidak menegakkan kurikulum pendidikan di mana setiap sekolah "harus mengajarkan kurikulum yang sama dengan metode yang sama pada jadwal yang sama." Kementerian Pendidikan meluncurkan "Kurikulum Dasar" yang fleksibel, semacam panduan umum mengenai mata pelajaran apa yang harus diajarkan dan tujuan yang harus dicapai di setiap tingkat kelas. Kurikulum Dasar ini berlaku sebagai dasar untuk setiap sekolah saat mereka mempersiapkan kurikulum sendiri, di mana mereka dapat berkreasi menekankan pada pedagogi tertentu, pendidikan nilai tertentu (misalnya, sekolah hijau), keterampilan (seni, olahraga, bahasa), atau isu-isu lokal (misalnya, sekolah multikultural).

Setiap kelas difasilitasi hingga 3 orang guru. Apa yang guru pendidikan pelajari dari universitas memberi mereka berbagai macam metode pengajaran yang dapat digunakan sesuka mereka. Keanekaragaman dipandang sebagai kekuatan yang nyata dengan tidak mengisolasi siswa yang berbakat (dan/atau yang kaya) ke sekolah swasta seperti yang terjadi di Amerika atau di Indonesia, di mana kebanyakan siswa pintar dan kaya akan lebih cenderung masuk sekolah swasta bergengsi.

Para pelajar di Finlandia sangat menikmati belajar, selalu rindu sekolah, tidak rela tidak sekolah hanya karena libur ekstra atau sakit. Bisa dikatakan guru lah kunci keberhasilan dari sistem sekolah Finlandia, dan individualitas yang diperbolehkan dalam kelas. Para guru melihat siswanya sebagai individu dengan kebutuhan yang berbeda: fokus pada masing-masing anak dan kekuatan serta problem tiap anak.

Tidak Ada Kompetisi

Tidak ada sistem peringkat atau ranking kelas. Tidak ada daftar sekolah terbaik atau guru terbaik. Pendorong utama dari kebijakan pendidikan bukanlah persaingan antar guru dan antar sekolah, tapi KERJA SAMA. Tidak adanya persaingan menyebabkan guru yang terbaik tidak dapat "di turnover" untuk bekerja bagi sektor swasta. Finlandia memandang kompetisi dalam dunia pendidikan merupakan konsep yang destruktif. Mental anak-anak dapat dihancurkan oleh evaluasi terus-menerus dan membuat anak-anak ini sendiri percaya bahwa mereka tidak cukup baik. Ketika anak-anak dapat unggul pada apa yang mereka dapat lakukan dengan baik, bukan diukur untuk memenuhi standar, mereka dapat menghasilkan performa yang terbaik. Anak-anak harus diberikan pendidikan sehingga mereka dapat berkembang terlepas dari bakat mereka.

PR yang Sedikit

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu.

Sumber: http://pulsk.com/212714/Negara-dengan-Sistem-Pendidikan-Terbaik-di-Dunia--Finlandia.html
Hanya 8.250 Siswa Tidak Lulus UN SMA/MA/SMK Tahun 2013
Ujian Nasional tingkat SMA tahun pelajaran 2012/2013 diikuti sebanyak 1.581.286 siswa se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, yang lulus sekitar 99,48% atau sebanyak 1.573.039 siswa sedangkan jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 0,52 persen atau sebanyak 8.250 siswa.

Angka kelulusan UN SMA/MA/SMK sederajat tersebut memang menurun jika dibandingkan pencapaian tahun 2012. Pada tahun 2012 tingkat kelulusan UN siswa SMA mencapai 99,50 persen. Jumlah tersebut 27 persen melebihi tahun 2011 yang hanya menyentuh angka 99,22 persen. Pada tahun 2012 juga siswa yang tidak lulus ujian nasional (UN) mencapai 7.579 siswa, dari 1.524.704 peserta UN. Angka tersebut didapat dari siswa yang nilai akhir rata-ratanya tidak mencapai 5,5 sebanyak 5.300 siswa (69,4 persen). Juga karena ada satu atau lebih mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4 (30,06 persen).

Apabila kita bandingkan ketidaklulusan UN tahun ini dengan tahun 2012 hanya berselisih sekitar 671 siswa. Selisih tersebut tidaklah besar mengingat itu ukuran di tingkat nasional. Disamping itu ketidaklancaran UN SMA sederajat di sejumlah propinsi di Wilayah Indonesia Tengah pengaruhnya tidak tampak jelas dari hasil kelulusan UN. Menurut analisa kami, naiknya jumlah ketidaklulusan UN SMA sederajat dipengaruhi oleh tingkat persiapan siswa dalam ujian nasional (UN). Atau bisa juga dikatakan bahwa soal UN tahun ini bagi tingkat SMA/MA/SMK lebih sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Terkait penerapan barcode dalam naskah soal UN serta diberlakukan sejumlah naskah soal atau 20 paket soal di dalam satu ruang ujian, tidak terlalu mempengaruhi hasil kelulusan. Artinya, siswa peserta ujian nasional (UN) di Indonesia dengan perubahan-perubahan apa pun yang dilakukan oleh Pemerintah sepanjang layak demi meningkatkan kualitas ujian, mereka adalah para siswa yang terpelajar dan ujian bagi mereka adalah sesuau tradisi akademis yang mereka anggap penting. Salut buat para siswa peserta UN SMA/MA/SMK sederajat di manapun, prestasi anda dalam ujian nasional akan mengharumkan nama Bangsa di dunia internasional.

Bagi para siswa yang tidak lulus, janganlah terlalu kecewa. Daripada anda menguruskan ketidaklulusan anda lebih anda berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan jalan yang terbaik untuk adik-adik agar bisa menggapai cita-cita dan bagamaina kuliah. Kita patut bersyukur bahwa Pemerintah masih membuka ujian bagi anda yang tidak lulus. Pada bulan Juli Kemdikbud akan membuka UN Paket C periode II, catat tanggalnya dari tanggal 1 s.d. 4 Juli 2013.

Ujian nasional Paket C juga sesuai aturan, seperti tercantum dalam Pasal 26 ayat 6 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jelas disebutkan bahwa hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Dengan demikian mendiskriminasikan peserta Ujian Nasional Kesetaraan jelas merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia.

Bahkan untuk meneruskan kuliah ke perguruan tinggi pun semakin terbuka. Sebagai contoh panitia Sbmptn membolehkan lulusan Paket C untuk mengikuti Seleksi SBMPTN pada tanggal 18-19 Juni 2013.

Demikian informasi kelulusan ujian nasional (UN) 2013 kami sampaikan, kami berharap bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: http://www.pengumumanun.com/2013/05/hanya-8250-siswa-tidak-lulus-un.html
Adakah Ujian Nasional di Luar Negeri?
Nampaknya, hanya negara Indonesia yang melakukan Ujian Nasional (UN) yang 'amburadul' meski dengan biaya mencapai setengah triliun rupiah, sehingga mendapat banyak penolakan dan kecaman dari berbagai pihak.

Di luar negeri, apalagi negara maju seperti Kanada misalnya, tidak ada Ujian Nasional karena dianggap tak bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di negara itu. Dari hasil kunjungan kerja Komisi X DPR RI terkait RUU Pendidikan ke Belanda dan Kanada, tidak ada UN di negara tersebut.

Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar yang ikut rombongan ke Kanada, mengungkapkan, Kanada pernah mengalami keruwetan sistem pendidikan seperti di Indonesia. "Mereka menyarankan kepada kita untuk konsentrasi pada penataan SDM. Cari yang terbaik kalau bisa datangkan dari negara lain," kata Raihan, Minggu (18/12/2011).

Menurutnya, di Kanada terdapat penjaminan mutu pendidikan yang kontrolnya sangat kuat. Bahkan di Kanada tidak ada ujian nasional (UN). "Karena lembaga penjamin mutu ini benar-benar bekerja secara ketat dari pendidikan dasar hingga menengah. Sehinga murid yang akan masuk ke perguruan tinggi cukup dengan rapor terakhir," jelas Raihan.

Di Kanada, lanjut dia, perguruan tinggi tidak sulit lagi untuk menerima murid darimana pun sekolahnya. Karena standar sekolah di sana sudah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang akan dimasuki setiap lulusan sekolah. "Jadi ketika seorang murid mendaftar ke sebuah perguruan tinggi dan rapor terakhir sesuai standar perguruan tinggi tersebut, murid tinggal masuk tak ada persoalan. Mereka jadi saling percaya," paparnya.

Menurut Raihan, hal ini kebalikan dengan di Indonesia, perguruan tinggi banyak yang tidak percaya dengan lulusan sekolah menengah. Saling tidak percaya standar ini yang menyebabkan pemborosan keuangan negara karena harus menyelenggarakan UN dan ujian mandiri. "Coba bisa dibayangkan uang setengah triliun untuk UN kalau dialihkan untuk meningkatkan mutu pendidikan," bebernya.

Sumber: http://www.jakartapress.com/detail/read/8199/tak-ada-ujian-nasional-di-negara-negara-lain
8 Tips Sukses dalam Ujian Nasional
Ujian Nasional, mungkin istilah ini adalah istilah yang paling populer dikalangan pelajar akhir-akhir ini, dengan kompetensi lulusan yang semakin meningkat dan dibarengi dengan system yang lebih ketat dari tahun ke tahun, maka tidak heran kalau Ujian Nasional sangat Populer. 
Namun kali ini kami bukan membahas popularitas Ujian Nasional, tapi Mengenai bagimana Menghadapi Ujian Nasional nanti apa yang harusnya perlu dipersiapkan dan diperhatikan oleh siswa yang akan menjalani Ujian Nasional Nanti, Berikut adalah 8 Tips Sukses dalam Menghadapi Ujian Nasional :

1. Jaga Kesehatan
   Tentunya hal pertama adalah menjaga kondisi badan. Bagaimana mau belajar jika badan kita sakit.  Kesehatan itu mahal sob, coba bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika kita berobat kedokter, atau berapa kerugian yang ditimbulkan jika anda sakit pada saat UN dan tidak bisa ikut UN,, masa depan yang akan jadi taruhannya. So. mulai sekarang jagalah kesehatan kamu, bisa dengan berolah raga secara teratur, lari pagi setelah sholat shubu atau yang lainnya terserah anda.

2. Persiapkan semua Kebutuhan yang dibutuhkan sebelum Hari Ujian Tiba
   Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian. Jangan sampai anda tidak ikut Ujian hanya gara-gara tidak membawa Pensil Standar Ujian Nasional.

3. Tetap Tenang dan Percaya Diri
    Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri merupakan poin penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional. Tanpa adanya kepercayaan diri terkadang otak kita bisa blank hilang konsentrasi. Caranya bisa dengan duduk yang tenang, santai, rileks, lalu Fokus.

4. Berdo’a dan mintalah do’a restu dari kedua orang tua dan Guru-guru anda
    Salah satu do’a yang paling mujarab adalah do’a orang tua kepada anaknya, mintalah restu pada orang tua kamu. Hal ini dapat menjadi spirit dan menambah rasa percaya diri yang luar biasa bagi kamu.

    Tentunya tidak adil jika kita minta di do’akan, tapi kita sendiri tidak ikut berdo’a untuk keberhasilan kita. Lucu banget jika hal seperti itu sampai terjadi. Maka berlakulah adil, diri kita sendiri yang harus bekerja lebih keras, bukan orang lain!!.


    Nah, satu hal lagi yang harus anda ingat, selain pada orang tua mintalah doa restu dan permohonan maaf pada guru-guru anda, saya yakin pasti banyak diantara kita pernah berbuat salah pada guru-guru kita, termasuk saya juga pernah, jujur saya akui itu. Namun jika anda meminta maaf kepada guru-guru anda sambil meminta restu mereka saya yakin anda akan merasa lega dan itu akan menambah semangat dan rasa percaya diri anda dalam menghadapi UN.

5. Baca, Cermati lalu Pahami baru mengerjakan soal 
   Yang ini sangat penting, Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

6. Hati-hari dalam mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK)
   Dalam mengisi Lembar Jawab Komputer (LJK) sebaiknya hati-hati, jangan sampai basah, terlipat dan selalu menjaga LJK dari minyak, jika hal ini terjadi yang ditakutkan adalah tidak mesin scanner tidak dapat mendeteksi jawaban anda. Tentunya hal ini sangat fatal. Lucu bukan jika anda sampai tidak Lulus hanya karena Error pada LJK.

7. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
   Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

8. Awali dan Akhiri dengan berdoa
   Sebelum kita mulai mengerjakan dan sesudah mengerjakan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar diberikan hasil yang baik. Kita hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Tuhan senantiasa akan melihat kesungguhan usaha kita. Tuhan pun akan melihat kesungguhan hambaNya untuk melakukan suatu usaha jika hambaNya mengiringi usahanya tersebut dengan berdoa.

Sumber : http://www.ayo-baca.com/2013/03/8-tips-dalam-menghadapi-ujian-nasional.html
Contoh English Slang - Ungkapan Gaul Bahasa Inggris
Slang adalah ragam bahasa tidak resmi/tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti. Sedangkan idiom merupakan rangkaian kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna kata penyusunnya.

Slang dan idiom sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, begitu pula percakapan dalam bahasa Inggris. Kita sering mengalami kesulitan untuk memahami slang dan idiom bahasa Inggris. lni dikarenakan untuk memahami maknanya, kita tidak dapat dengan mengartikannya kata per kata. Buku ini akan membantu Anda menguasai slang dan idiom bahasa lnggris.
Dalam percakapan sehari-hari, tata bahasa formal sangat jarang digunakan. Kosakata slang dan idiomlah yang lebih sering digunakan. Jika Anda ingin cas-cis-cus bahasa lnggris, maka kosakata slang dan idiom wajib Anda kuasai.

Kamus Slang & Idiom Bahasa Inggris ini berisi kosakata slang dan idiom lengkap bahasa Inggris serta maknanya dalam bahasa Indonesia. Disusun berdasarkan abjad, sehingga akan memudahkan Anda mencari makna slang dan idiom yang Anda inginkan.Silahkan lihat pada tabel di bawah ini untuk mengetahui contoh kalimat atau ekspresi Slang dalam bahasa Inggris (ungkapan gaul bahasa inggris).

Kalimat atau Ekspresi Slang
Arti
Bullshit
Omong kosong.
Catch someone red-handed
Menangkap basah seseorang.
C’mon guys, don’t be mad. I’m just kidding
Ayolah teman, jangan marah. Aku cuma bercanda.
Don’t have kittens
Jangan gugup.
Don’t screw up on this stupid issue
Jangan meributkan soal kecil seperti ini.
Drop it
Sudahlah, lupakan saja.
Eat shit and die, man (sangat kasar)
Tutup mulut.
Get off my ass (sangat kasar)
Get off my back
Get off my case
Sudahlah, jangan menggangguku.
Get out of it
Sudahlah, lupakan saja.
Get the drift?
Mengerti?
Have punch-up with some one
berkelahi dengan seseorang.
He is crazy about her
He is stuck on her
Dia tergila-gila padanya.
He’s such a fuckhead
Dia memuakkan.
I catch up to you
Nanti aku menyusul.
I’m in deep shit
I’m in hot water
I’m in trouble
Aku sedang kesulitan.
I’m screwed
I’m sucked
Saya benar-benar kacau.
I’m scared shitless
Aku takut sekali.
I’m sticking my neck out for nothing 
Aku berharap terlalu muluk.
I’ll keep my fingers crossed
Saya akan do’akan semoga berhasil. (Misalnya ada kawan yang sedang ngejar-ngejar cewek, kemudian kita ucapkan: oke deh, kudo’akan semoga berhasil).
It has really pissed me out, get on my case
Benar-benar menjengkelkan.
Idiot box
Televisi.
Kiss my ass
Cium bokongku (ucapan menantang).
Life is a bitch
Life sucks and then you die
Hidup memang tidak mudah.
Make your own sandwich
Masa bodoh.
Must have got up on the wrong side of bed
Mimpi apa semalam.
No hassle
Tidak apa-apa.
O Gee
Oh Tuhan.
Rob someone blind
Merampok seseorang habis-habisan.
She drives me crazy
She drives me mad
she drives me nuts
She gets me hot
Dia membuat ku gila.
She is so beautiful that I would walk over a mile of broken glass
She is gorgeous that I’d give my right arm for her
She is prime meat that I’d do anything for her
Dia begitu cantiknya sehingga aku mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya.
She really turns me on
Dia benar-benar menggairahkan aku.
Spit it out
Cepat katakan.
The shit is going to hit the fan
Bakal jadi rame nih.
Toasted
Sangat mabuk (sampai tak sadrkan diri).
To hell with her
Persetan dengan dia
VIP
Singkatan dari Very Important Person.
Wasted
Drunk
pissed
Mabuk (karena minuman).
Wuss
Pengecut / penakut.
Yadda Yadda Yadda
Punya arti sama dengan “Blaaa... Blaaa... Blaaa...”
(Biasanya diekspresikan untuk sesuatu yang membosankan dan kurang menarik).
You gotta kick the habit
Kamu harus menghentikan kebiasaan itu.
You’ve got your just dessert
Kamu sudah menerima balasanmu.
You look like shit
Kamu kusut sekali.
Zillionaire
Orang yang sangat kaya sekali.
Zone out
Kehilangan semua konsentrasi.

Itulah beberapa kalimat atau ekspresi slang dalam bahasa Inggris. Saya tidak menyarankan untuk digunakan jika bahasa Slang tersebut terlalu kasar, tetapi penting bagi kita untuk mengetahuinya, supaya kita tidak salah dalam mengartikan jika ada yang mengucapkannya.

Sumber : http://penggunaantensesgrammarbahasainggris.blogspot.com/2012/02/contoh-singkatan-ungkapan-gaul-slang.html